Di negara besar seperti Amerika, Jepang, dan bahkan Indonesia, setiap gedung baik yang dimiliki swasta maupun nasional yang berskala menengah hingga besar pastinya memiliki satpam yang berasal dari penyedia jasa keamanan. Berbeda dengan Indonesia atau negara lain yang memilih menggunakan servis penyedia jasa keamanan untuk mengamankan aset maupun hal – hal penting maupun berharga lainnya, Kedutaan Mesir tidak memiliki satpam meskipun kedutaan tersebut berada di Indonesia yang memiliki banyak sekali provider jasa keamanan.

Dikutip dari Tempo.co, Direktur Pengamanan Obyek Vitak Polda Metro Jaya Komisaris Besar Syahri Gunawan mengatakan, Kedutaan Mesir tidak memiliki staf pengaman sendiri.

“Karena itu polisi yang ditugaskan berada di dalam pagar,” katanya saat dihubungi Tempo (22/1). Apalagi, pos penjagaan kedutaan, berada di dalam pagar. Sesuai prosedur, kata Syahri, bila kedutaan tidak memiliki satuan pengaman sendiri, maka polisi yang ditugaskan akan berjaga di dalam gedung.

Polisi dari Direktorat Pam Obvit yang saat itu sedang bertugas tidak berhasil mengejar pelaku. Polisi juga kesulitan mengidentifikasi pelempar bom molotov di kedutaan itu pada 20 Januari kemarin. Saat ini polisi mengandalkan rekaman cctv dari kamera-kamera di sekitar kedutaan.

Menurut Syahri, pengamanan untuk semua kedutaan memang lebih fokusk ke bagian dalam kompleks kedutaan. “Kalau sudah di luar pagar dan jalan raya, bukan teritori khusus kedutaan lagi,” katanya.

Rotasi pengamanan, juga berlaku demikian. Bila staf keamanan sebuah kedutaan sedang berada di dalam, maka polisi berjaga di luar. Bila staf itu berjaga di luar, maka polisi berada di dalam kedutaan.

Meski demikian, Syahri saat ini meningkatkan pengamanan kedutaan, terutama di kawasan Menteng yang dihuni banyak rumah vital. Ia juga menerima bantuan pengaman dari Pos Polisi Taman Untung surapati, Polsek Menteng, dan Polres Jakarta Pusat. “Jumlah patroli ditingkatkan satu setengah kali,” katanya.