Kalau kita ditanya “Apa itu Satpam?” Maka biasanya dijawab “Satuan Pengamanan” padahal itu adalah kepanjangan dari singkatan Satpam, bukan pengertian Satpam itu sendiri. Yang tepat adalah “Satuan Pengamanan yang selanjutnya disingkat Satpam adalah satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya” (Peraturan Kepala  Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah, BAB I, Pasal 1, Ayat 6).

 

Mari kita bahas pengertian ini, disini disebutkan “Satuan atau kelompok”, ini berarti seorang Satpam bisa bertugas menempati Pos Penjagaan seorang diri atau berkelompok, kalau berkelompok berarti harus ada yang memimpin, bisa itu Kepala Satpam, Komandan Regu (Danru) atau anggota senior (yang dituakan).

Coba bayangkan sekelompok anak Ayam yang tidak ada induknya, apa yang terjadi? Kacau balau bukan? Itu yang akan terjadi apabila dalam suatu kelompok / regu Satpam tidak ada yang memimpin atau memegang komando.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan kata “Petugas” mengandung arti bahwa Satpam adalah masyarakat biasa yang telah dididik dan dilatih dalam bidang keamanan. Catat ya? Telah dididik dan dilatih! Dimana dididik dan dilatihnya? Dididik dan dilatihnya di Lembaga Pendidikan POLRI atau BUJP yang telah memenuhi syarat. Dari mana Sertifikat Satpamnya? Dari POLDA setempat.

 

Banyak teman-teman kita yang mengaku petugas keamanan tetapi tidak pernah ikutan pendidikan Satpam Gada Pratama, Gada Madya atau Gada Utama. Sertifikat Satpamnya dari hasil “Nembak”….Dorrr!!! Maka di lapangan Satpam seperti itu akan terkapar karena tidak punya ilmu kesatpaman, dia akan terus dikomplen, pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain.

 

Kalau kita membawa kendaraan tidak membawa SIM, apa yang akan terjadi? Kena tilang bukan? Tidak bawa/punya SIM tidak boleh mengendarai kendaraan. Sama saja kalau seorang Anggota Satpam bertugas mengamankan area, maka ia harus membawa Kartu Anggota Satpam, dari mana KTA nya? Dari POLDA setempat, bagai mana pengajuannya? Harus melampirkan Sertifikat Satpam. Jadi kalau Sertifikatnya hasil nembak? Tidak bisa mengajukan KTA Satpam karena tidak teregistrasi (terdaftar), kalau tidak punya KTA Satpam? ……. (Silahkan dijawab sendiri).

 

Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatannya berorientasi komersial yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Sedangkan Instansi/lembaga Pemerintah adalah organisasi pemerintah selain Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berorientasi pada fungsi pelayanan masyarakat, yang menyelenggarakan Satuan Pengamanan.
Kalau ada anggota Satpam non-organik ditanya dimana bekerja, biasanya akan menjawab di yayasan, padahal itu adalah jawaban yang keliru. Yayasan bergerak dalam bidang sosial, bukan keamanan. Jadi perusahaan apa dong yang bisa mendidik dan menyalurkan Satpam? Perusahaan itu adalah Badan Usaha Jasa Pengamanan yang selanjutnya disingkat BUJP. BUJP adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang penyediaan tenaga pengamanan, pelatihan keamanan, kawal angkut uang/barang berharga, konsultasi keamanan, penerapan peralatan keamanan, dan penyediaan satwa untuk pengamanan. Sekali lagi catat, ya? Perusahaan yang berbentuk “PT” bukan yayasan, koperasi, CV, Ormas, LSM, Perguruan Beladiri, dll.

 

Anggota Satpam bertugas untuk melaksanakan pengamanan, artinya membuat area menjadi aman. Apa artinya aman itu sendiri?….. TKA? ……………..kondusif?…. kondusif itu keadaan yang seperti apa?…………..(hening……….tiiiiiiiiiiing…………..)

 

Supaya kita bisa berhasil mencapai suatu tujuan, kita harus tahu dulu apa tujuannya? Sama dengan pelaksanaan pengamanan, kita harus tahu dulu apa itu aman. Aman adalah suatu keadaan yang BEBAS DARI GANGGUAN, BEBAS DARI ANCAMAN DAN BEBAS DARI RESIKO.

 

Gangguan dan ancaman bisa berasal dari mana saja? Gangguan dan ancaman bisa berasal dari dalam dan luar area. Dari dalam seperti : penggelapan (Pencurian oleh karyawan, penghilangan, korupsi, dll), sabotase (perusakan, dll), penggunaan asset tanpa hak, dll. Dari luar seperti pencurian, perampokan, perampasan, premanisme, penyerobotan, demo massa, kerusuhan, dll.

 

Resiko apa saja yang bisa terjadi di tempat kerja? Yaitu resiko kecelakaan, keadaan darurat, bencana alam, dll.

 

Dimana kita melaksanakan pengamanan? Kita melaksanakan pengamanan di Pos Jaga atau tempat kerja, apa yang dimaksud dengan tempat kerja?……Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

 

Apa yang di maksud dengan “Swakarsa”? “Swa” artinya “Sendiri” dan “Karsa” artinya “kehendak”. Jadi yang dimaksud dengan “swakarsa” adalah keinginan (kemauan) sendiri yg timbul tanpa dorongan (paksaan) dari orang / lembaga lain. Siapa yang memiliki “Swakarsa-nya”? Yang berkehendaknya adalah pemilik / manajemen di perusahaan / lembaga / lokasi yang kita jaga supaya areanya menjadi aman dan tertib.

 

Kenapa Satpam hanya bisa menjalankan fungsinya sebagai pengaman dan penertib di lingkungan kerja nya saja? karena Satpam mengemban tugas kepolisian terbatas baik secara area kerja maupun kewenangannya.