Serangan bom bunuh diri kembali mengguncang keamanan negara Turki. Tiga pelaku bom bunuh diri beraksi di Bandara Internasional Ataturk di Istanbul pada Selasa, 28 Juni. Peristiwa mengerikan ini menewaskan sedikitnya 36 orang. Lebih dari 140 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Rentetan serangan bom telah mengguncang Turki sepanjang tahun ini. Selain serangan-serangan bom berskala kecil yang kebanyakan menargetkan tentara dan polisi Turki, sejumlah serangan bom mematikan berskala besar juga telah membuat pihak keamanan (security) negeri itu harus bekerja keras lagi tahun ini.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/6/2016) tercatat enam insiden pengeboman mematikan berskala besar yang terjadi sepanjang tahun 2016 ini.

Sebelumnya pada 7 Juni, setidaknya 7 pihak keamanan atau polisi dan empat warga sipil tewas akibat ledakan bom di dekat Istanbul. Pada 19 Maret lalu, serangan bom bunuh diri melanda kawasan perbelanjaan di Istanbul, Istiklal Caddesi. Tiga warga Israel dan seorang warga Iran tewas dalam insiden itu. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam serangan bom tersebut. Otoritas Turki menyebut kelompok radikal ISIS mendalangi serangan bom itu.

Pada 13 Maret lalu, aksi bom mobil bunuh diri terjadi di Ankara dan menewaskan 34 orang. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam ledakan bom tersebut. Kelompok militan Kurdi, Kurdistan Freedom Falcons (TAK), mengklaim serangan bom tersebut. TAK merupakan pecahan radikal dari kelompok Kurdi yang dikenal sebagai Kurdistan Workers’ Party (PKK).

Pada 17 Februari, setidaknya 29 orang tewas dalam serangan bom mobil yang menargetkan militer Turki di Ankara. Serangan itu diklaim oleh kelompok TAK.

Sebelumnya pada 12 Januari: serangan bom bunuh diri yang dilakukan seorang warga Suriah terjadi di distrik Sultanahmet, Istanbul. Sebelas turis Jerman tewas dan 16 orang lainnya luka-luka dalam serangan bunuh diri itu. Otoritas Turki menyebut pelaku memiliki keterkaitan dengan kelompok radikal ISIS.

Adapun serangan bom paling mematikan sepanjang sejarah Turki terjadi pada 10 Oktober 2015 lalu. Sebanyak 103 orang tewas dan lebih dari 500 orang lainnya luka-luka dalam ledakan dua bom bunuh diri yang menargetkan aksi demo damai pro-Kurdi di Ankara. Otoritas Turki menuding kelompok ISIS mendalangi serangan bom itu.

Sumber : new.detik.com