Apa jadinya apabila sebuah penyedia jasa satpam dituntut untuk tidak semata – mata bekerja menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekitar, melainkan juga untuk melestarikan kebudayaan lokal di daerahnya. Ya, seluruh penyedia jasa satpam di purwakarta bisa dikatakan merupakan role model dalam melestarikan kebudayaan daerah dengan menggunakan pakaian seragam khas sunda.

Seperti dikutip melalui laman resmi Tempo, semua anggota korps Satuan Pengamanan (Satpam) yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Purwakarta, Jawa Barat, diharuskan menggunakan pakaian seragam khas Sunda jenis pangsi lengkap dengan iket atau ikat kepalanya.

“Saya sudah menyiapkan surat edaran ihwal keharusan anggota korps Satpam menggunakan pakaian khas Sunda tersebut ke setiap pimpinan perusahaan,” kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, di hadapan ratusan Satpam yang mengikuti upacara peringatan Korps Satpam ke 35, Rabu, 30 Desember 2015.

Keharusan setiap Satpam menggunakan pakaian adat Sunda pangsi tersebut, kata Dedi, berlaku serentak sehari setiap pekannya. “Dipakai setiap hari Kamis,” Dedi menjelaskan. “Juga harus menyapa setiap tamu perusahaan dengan salam Sunda Sampurasun.”

Dedi yang dalam kesehariannya selalu mengenakan pakaian pangsi lengkap dengan ikat kepala serba putih tersebut mengungkapkan, saat ini, desain pakaian yang rencananya menyerupai pakaian seragam badega atau pengawal kerajaan itu sedang dalam proses perancangan.

“Kita buat tampilannya lebih modern, tapi, tetap mengedepankan unsur tradisional. Ini sebagai identitas baru untuk Satpam di Purwakarta yang lebih familiar dan tidak kaku,” kata Dedi.

Pada kesempatan sama, Dedi juga menyoroti secara khusus ihwal status personel Satpam di perusahaan-perusahaan yang masih banyak yang berstatus tenaga alih daya atau outsourcing.

“Saya meminta, perusahaan penyedia jasa satpam menghapus status kekaryawanan alih daya,” Dedi menegaskan. Status alih daya, kata dia, rentan dan mengabaikan soal kesejahteraan. Sejauh ini, kata Dedi, perusahaan-perusahaan penyedia jasa keamanan kurang memperhatikan kesejahteraan korps satpam. Padahal mereka memiliki tingkat tanggung jawab yang tinggi dalam pekerjaannya.

Menurut Dedi, korps satpam merupakan sebuah profesi yang membutuhkan tingkat dedikasi tinggi, sehingga kesejahteraannya perlu diperhatikan. Profesi ini juga butuh keahlian sehingga perlu pendidikan dan pelatihan yang khusus.

“Tanggung jawab terhadap penjagaan obyek keamanan itu berat, keselamatan dan kesejahteraan mereka perlu mendapatkan jaminan yang memadai,” kata Dedi.
Kepada para satpam, Dedi mengingatkan bahwa selain memiliki tugas pengamanan, satpam juga harus memiliki kesantunan dalam melayani setiap tamu perusahaan tempat mereka bekerja.

Wakil Ketua DPC Apindo Kabupaten Purwakarta, Darius Purwana Krisdanu, mengaku tak masalah dengan rencana Bupati Dedi mengharuskan korps Satpam di setiap perusahaan mengenakan pakaian seragam khas Sunda dan mengucapkan salam sampurasun kepada setiap tamu perusahaan. “Nggak masalah, kan itu cuma muatan lokal Purwakarta saja,” ujar Darius.