Patroli dilaksanakan karena anggota satpam tidak bisa memantau secara langsung area yang menjadi tanggungjawab pengawasannya, untuk itulah satpam harus bergerak/berjalan. Anggota Satpam bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memeriksa dan memastikan area dalam keadaan aman dan tertib.

 

Tujuan dari patroli adalah memastikan keadaan aman, memeriksa kelengkapan dan kondisi asset serta memastikan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 

Persiapan yang harus dilakukan adalah dengan mengisi checklist patroli, menyiapkan alat komunikasi, guard tour dan peralatan lain seperti jas hujan/paying, sepatu safety/boot, lampu senter (sesuai kebutuhan)

 

Pelaporan adalah hal yang paling penting dalam patroli. Laporan pelaksanaan patroli wajib dilakukan supaya keberadaan anggota dapat diketahui oleh orang lain dan user dapat memantau kegiatan satpam pada saat patroli.

 

Patroli berkeliling area bisa dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan untuk memeriksa ruangan-ruangan, pintu-pintu, jendela, kunci-kunci, ac, lampu-lampu, peralatan elektronik lainnya dan dinding pembatas yang meliputi tembok, kawat berduri, lampu penerangan dan lain-lain. Area parkir juga harus diperiksa serta jalur evakuasi atau darurat. Untuk jalur evakuasi, pastikan tidak boleh menyimpan barang di jalur darurat. Karena bisa menghalangi pada saat evakuasi. Pintu jalur darurat harus terkunci dari luar tetapi bisa dibuka dari dalam gedung.

 

Temuan dan tindakan :

 

  • Petugas yang menemukan suatu kejanggalan/kecurigaan diwajibkan langsung menghubungi pos security untuk koordinasi atau meminta bantuan.
  • Petugas apabila menemukan karyawan yang melanggar tata tertib perusahaan, menegur dan mencatat identitasnya, lalu melaporkan ke kepala bagian atau HRD dengan melampirkan Berita Acara Kejadian.
  • Petugas harus menanyakan kepentingan atau keperluan orang-orang yang tidak dikenal yang berada dalam lingkungan areal patroli.

 

Pelaporan hasil dilakukan saat selesai melaksanakan patroli, anggota harus lapor dan mencatat temuan selama patroli berlangsung.

 

Ketentuan-ketentuan :

  • Waktu pelaksanaan di acak dan jangan sampai jadwal patroli dapat dibaca oleh pihak lain.
  • Pastikan pintu/jendela terkunci.
  • Patroli harus dilakukan dengan mengunjungi area.
  • Ikuti selalu prosedur kerja yang telah ditetapkan.
  • Patroli tidak perlu dilakukan dengan senyap kecuali memang sengaja untuk melaksanakan operasi tangkap tangan.

 

Larangan-larangan :

  • Jangan sekali-sekali memasuki ruangan yang belum atau tidak diijinkan.
  • Jangan suka membuka-buka laci meja atau lemari milik staff.