Dalam hal ini, tidak hanya kepolisian, satpam ataupun pihak keamanan lainnya yang perlu mengetahui prosedur dalam menangani keadaan di TKP. Kita sebagai warga negara Indonesia juga perlu dibekali pengetahuan yang penting ini, sehingga dapat membantu pihak kepolisian dalam menyelesaikan masalah atau kasus tersebut. Terlebih lagi seorang Satpam yang merupakan garda terdepan dari kepolisian, sehingga sangatlah penting mengetahui hal-hal di bawah ini.

Prosedur Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

TKP ( Tempat Kejadian Perkara ) itu sendiri adalah :

  1. Tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan terjadi.
  2. Tempat lainnya yang berhubungan dengan suatu tindak pidana, dimana barang-barang bukti korban atau
    bagian tubuh korban ditemukan.

Beberapa tindakan yang perlu dilakukan adalah :

  1. Melakukan pertolongan atau perlindungan terhadap korban.
  2. Tutup dan jaga TKP dari gangguan orang-orang yang tidak berwenang.
  3. Pertahankan keaslian TKP ( status Quo ) bila petugas Polri
    belum tiba serta cegah agar berkas-berkas / barang bukti
    jangan sampai hilang atau rusak.
  4. Hubungi pos polisi terdekat.
  5. Apabila datang petugas Polri, laporkan tentang keadaan
    yang ditemukan di TKP baik korban, pelaku, dan barang bukti.

PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN

Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan.

Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana .

Terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili disidang pengadilan.

Saksi  adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan, dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

Keterangan Saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri,ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan pengetahuannya itu.

 

Pencurian
Pasal 362
Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.
Pasal 363
(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun:

  1. pencurian ternak.
  2. pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan, banjir
    gempa bumi, atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam,
    kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang.
  3. pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau
    pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh
    orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki
    oleh yang berhak.
  4. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  5. pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

 

(2) Jika pencurian yang diterangkan dalam butir 3 disertai dengan salah satu hal dalam butir 4 dan 5, maka diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 364

Perbuatan yang diterangkan dalam pasal 362 dan pasal 363
butir 4, begitu pun perbuatan yang diterangkan dalam pasal
363 butir 5, apabila tidak dilakukan dalam sebuah rumah
atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, jika harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua puluh lima rupiah, diancam karena pencurian ringan dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak dua ratus lima puluh rupiah.

 

Pasal 365

  • Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan
    tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan
    kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang
    dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya,
    atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.
  • Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun:
  1. jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah
    rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di berjalan;
  2. jika perhuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan
    bersekutu.
  3. jika masuk kc tempat melakukan kejahatan dengan
    merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci
    palsu, periniah palsu atau pakaian jabatan palsu.
  4. jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.

(3) Jika perbuatan mengakibatkan kematian maka diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tuhun.

(4) Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur
hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh
tahun, jika perbuatan mengakihntkan luka berat atau
kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan
bersekutu, disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan
dalam no. 1 dan 3.
Pasal 366
Dalam hal pemidanaan berdasarkan salah satu
perbuatan yang dirumuskan dalam pasal 362. 363, dan 865
dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 4.
Pasal 367

  • Jika pembuat atau pemhantu ciari salah satu kejahatan dalam
    bab ini adalah suami (istri) dari orang yang terkena kejahatan
    dan tidak terpisah meja dan ranjang atau terpisah harta
    kekayaan, maka terhadap pembuat atau pembantu itu tidak
    mungkin diadakan tuntutan pidana.
  • Jika dia adalah suami (istri) yang terpisah meja dan ranjang atau terpisah harta kekayaan, atau jika dia adalah keluarga sedarah atau semenda, baik dalam garis lurus maupun garis menyimpang derajat kedua maka
    terhadap orang itu hanya mungkin diadakan penuntutan
    jika ada pengaduan yang terkena kejahatan.
  • Jika menurut lembaga matriarkal kekuasaan bapak
    dilakukan oleh orang lain daripada bapak kandung
    (sendiri), maka ketentuan ayat di atas berlaku juga bagi orang itu.

 

Pencemaran Nama Baik Pasal 310 KUH Pidana

  • Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau
    nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan
    sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan
    tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya Sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-“
  • Kalau hal ini dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukan pada umum atau ditempelkan,
    maka yang berbuat itu dihukum karena menista dengan tulisan dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-


Pasal 311 KUH Pidana

“Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu,
jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya
sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hokum penjara selama-lamanya
empat tahun.”
Pasal 315 KUHP:

“Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat
pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya,
diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”
Pasal 27 ayat (3) UU ITE

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/ atau pencemaran nama baik”
Pasal 45 UU ITE

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Masih ada pasal lain dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik dan memiliki sanksi pidana dan
denda yang lebih berat lagi, perhatikan pasal 36 UU ITE.


Pasal 36 UU ITE

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud  dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain” Misalnya, seseorang yang menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan mengakibatkan kerugian bagi
orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau denda maksimum 12 milyar rupiah (dinyatakan dalam Pasal 51 ayat 2)Pasal 51 ayat (2) UU ITE Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000(dua belas miliar rupiah) 

Penganiayaan
Pasal 351

  • Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,
  • Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima
  • Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara
    paling lama tujuh tahun.
  • Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak
  • Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 352

  • Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka
    penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
  • Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 353

  • Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan
    pidana penjara paling lama empat tahun.
  • Jika perbuatan itu mengakibatka luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
  • Jika perbuatan itu mengkibatkan kematian yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan
    tahun

Pasal 354

  • Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.
  • Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

Pasal 355

(1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lams lima belas tahun.

Pasal 356
Pidana yang ditentukan dalam pasal 351, 353, 354 dan 355 dapat ditambah dengan sepertiga:

  1. bagi yang melakukan kejahatan itu terhadap ibunya, bapaknya yang sah, istrinya atau anaknya;
  2. jika kejahatan itu dilakukan terhadap seorang pejsbat ketika atau karena menjalankan tugasnya yang sah;
  3. jika kejahatan itu dilakukan dengan memberikan bahan yang herbahaya bagi nyawa atau kesehatan untuk dimakan atau diminum.

Pasal 357

Dalam hal pemidanaan karena salah satu kejahatan berdasarkan pasal 353 dan 355, dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 3o No. 1 – 4.

 

Pasal 358
Mereka yang sengaja turut serta dalam penyerangan atau perkelahian di mana terlibat beberapa orang, selain tanggung jawab masing-masing terhadap apa yang khusus dilakukan
olehnya, diancam:

  1. dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan,jika akibat penyerangan atau perkelahian itu ada yang luka-luka berat;
  2. dengan pidana penjara paling lama empat tahun, jika akibatnya ada yang mati.

 

PENGANIAYAAN TERHADAP HEWAN

Pasal 302

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan:

(a)  Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya;

(b)  Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya.

(2)  Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

(3) Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.

(4) Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana.

 

Sumpah Palsu
Pasal 242

  • Barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang
    menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hokum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
  • Jika keterangan palsu di atas sumpah diberikan dalam
    perkara pidana dan merugikan terdakwa atau tersangka, yang
    bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun.
  • Disamakan dengan sumpah adalah janji atau penguatan diharuskan menurut aturan-aturan umum atau yang menjadi
    pengganti sumpah.
  • Pidana pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 4
    dapat dijatuhkan.

 

Perkelahian Tanding
Pasal 182
Dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, diancam:

(1)  barang siapa menantang seorang untuk perkelahian tanding atau rnenyuruh orang menerima tantangan, bilamana hal itu mengakibatkan perkelahian tanding;

(2)  barang siapa dengan sengaja meneruskan tantangan, bilamana hal itu mengakibatkan perkelahian tanding.
Pasal 183

Diancam dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau
pidana denda paling tinggi tiga ratus rupiah, barang siapa di
muka umum atau di hadapan pihak ketiga mencerca atau mengejek seseorang oleh karena yang bersangkutan tidak rnau menentang atau menolak tantangan untuk perkelahian
tanding.
Pasal 184

  • Seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama
    sembilan bulan, jika ia dalam perkelahian tanding itu tidak
    melukai tubuh pihak lawannya.
  • Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun
    dan empat bulan, barang siapa melukai tmbuh lawannya.
  • Diancam dengan pidana penjma paling lama empat tahun,
    barang siapa melukai berat tubuh lawannya.
  • Barang siapa yang merampas nyawa lawannya, diancam
    dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, atau jika
    perkelahian tanding itu dilakukan dengan perjanjian hidup atau mati, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
  • Percobaan perkelahian tanding tidak dipidana.

Pasal 185

Barang siapa dalam perkelahian tanding merampas nyawa pihak
lawan atau melukai tubuhnya, maka diterapkan ketentuan-ketentuan mengenai pembunuhanberencana, pembunuhan atau
penganiayaan:

  1. jika persyaratan tidak diatur terlebih dahulu;
  2. jika perkelahian tanding tidak dilakukan di hadapan saksi
    kedua belah pihak;
  3. jika pelaku dengmi sengaja dan merugikan pihak lawan, bersalah melakukan perbuatan penipuan atau yang menyimpang dari persyaratan.

Pasal 186

  • Para saksi dan dokter yang menghadiri perkelahian tanding,
    tidak dipidana.
  • Para saksi diancam:
  1. dengan pidana penjara paling lama tiga tahun, jika persyaratan tidak diatur terlebih dahulu, atau jika para saksi menghasut para pihak untuk perkelahian tanding;
  2. dengan pidana penjara paling lama empat tahun, jika para saksi dengan sengaja dan merugikan salah satu atau kedua belah pihak, bersalah melakukan perbuatan penipuan atau
    membiarkan para pihak melakukan perbuatan penipuan, atau membiarkan dilakukan penyimpangan daripada syarat-
    syarat;
  3. ketentuan-ketentuan mengenai pembunuhan berencana,
    pembunuhan atau penganiayaan diterapkan terhadap saksi dalam perkelahian tanding, di mana satu pihak dirampas nyawanya atau menderita karena dilukai tubuhnya, jika ia dengan sengaja dan merugikan pihak itu bersalah melakukan perbuatan penipuan atau membiarkan penyimpangan dari persyaratan yang merugikan yang dikalahkan
    atau dilukai.