Banyaknya penyedia jasa satpam di Indonesia merupakan keuntungan bagi banyak perusahaan, usaha, maupun pibadi untuk memilih jasa satpam manakah yang memiliki kinerja paling baik. Namun, keragaman serta banyaknya penyedia jasa satpam tidak disertakan dengan pakaian yang standar dan seragam dari Kepolisian.

Markas Besar Polri mulai menertibkan penggunaan seragam satpam sesuai peraturan Kapolri. Menurut Juru Bicara Polri Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, penertiban itu mulai dilakukan sejak 1 Juli oleh Biro Bina Masyarakat Polisi. “Sekarang Karo Binmas Polri sedang jalan terus menyampaikan Perkap (Peraturan dan Keputusan) itu, kemudian menertibkannya juga,” kata Nanan, Kamis (2/7).

Peraturan Kapolri itu menghimbau para penyelenggara badan usaha jasa pengamanan atau satpam untuk tidak menyediakan seragam satuan pengamanan yang menyerupai satuan gegana, militer, atau pasukan pengaman presiden. “Dikhawatirkan ada penyelewengan fungsi seragam,” ujarnya.

Para pengusaha penyedia jasa pengamanan itu telah dipanggil untuk sosialisasi peraturan Kapolri mengenai seragam tersebut. “Mereka sudah dipanggil semua dan telah sepakat.” Namun Nanan belum mengetahui berapa jumlah perusahaan penyedia jasa satpam itu.