Perngertian Satpam

Orang-orang di Indonesia pasti sudah tidak asing dengan yang namanya satpam, namun banyak orang juga justru tidak mengenali apakah sebenarnya tugas satpam dan standar apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang satpam. Sebelum menjelaskan mengenai apa saja tugas-tugas dari satpam dan standar kualitasnya, maka ada baiknya mengenali terlebih dahulu apakah itu satpam?

Satpam merupakan sebuah singkatan dari Satuan Pengamanan, adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya. Dapat dikatakan bahwa satpam memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan lingkungannya.

Lembaga satuan pengaman (Satpam) itu sendiri secara resmi dibentuk pada 30 Desember 1980. Hal ini terjadi karena Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai lembaga yang bertugas untuk menjaga keamanan di masyarakat menyadari bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan fungsinya. Maka dari itu dibentuklah lembaga yang lebih kecil lagi ruang lingkupnya yaitu satpam. Sehingga satpam yang memiliki ruang lingkup lebih kecil dapat menjaga secara langsung keamanan masyarakat, yang nantinya dapat bekerja sama dengan kepolisian yang memiliki ruang lingkup lebih besar. Hal ini semata-mata demi terciptanya keamanan di Indonesia.

Jenjang Pelatihan

Sebagai lembaga yang bertugas untuk menjaga keamanan masyarakatnya, maka tidak sembarang orang dapat menjadi satpam tanpa memiliki bekal dibidangnya. Maka dari itu diperlukan sebuah pelatihan yang nantinya akan berguna untuk menambah kualitas dari satpam itu sendiri. Saat ini terdapat 3 jenjang dari pelatihan seorang satpam, yaitu:

  1. Dasar (Gada Pratama), merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam. Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Materi pelatihan a.l. Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam, Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan Penghormatan;
  2. Penyelia (Gada Madya), merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam pelajaran dan
  3. Manajer Keamanan (Gada Utama), merupakan pelatihan yang boleh diikuti oleh siapa saja dalam level setingkat manajer, yaitu chief security officer atau manajer keamanan. Pola 100 jam pelajaran.

Selain lembaga pendidikan kepolisian negara seperti Sekolah Polisi Negara, hanya perusahaan penyedia jasa keamanan atau jasa satpam yang sudah memiliki izin operasional dari Kepala Polri sebagai badan usaha jasa pendidikan dan latihan keamanan, boleh menyelenggarakan pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan satpam. Kepolisian Resor Metropolitan, Kepolisian Resor Kota Besar, Kepolisian Resor, Kepolisian Sektor hanya melakukan latihan pemeliharaan kemampuan/penyegaran bagi anggota Satpam yang sudah berkualifikasi Gada Pratama dan Gada Madya.

Jasa Satpam di Indonesia

Satpam

Peranan

Satpam sebagai lembaga yang dapat dikatakan memberikan jasa keamanan bagi lingkungannya pastinya memiliki peran yang lebih. Sebagai satpam yang profesional haruslah memiliki jiwa untuk memberikan rasa aman terhadap orang lain, sehingga masyarakat akan merasa lebih aman. Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai

  • Unsur Pembantu Pimpinan institusi/proyek/badan usaha di bidang keamanan dan ketertiban lingkungan kerja.
  • Unsur Pembantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada keamanan (security minded) di lingkungan kerjanya.

Selain memiliki kedua peranan tersebut, seorang satpam juga lazimnya memiliki tugas-tugas sebagai berikut:

  • mencegah dan deteksi dini penyusup, kegiatan atau orang yang masuk secara tak sah, vandalisme atau penerobos/peloncat pagar di wilayah kuasa tempat perusahaan (teritoir gebied/ruimte gebied)
  • mencegah dan deteksi dini pencurian, kehilangan, penyalahgunaan atau penggelapan perkakas, mesin, komputer, peralatan, sediaan barang, uang, obligasi, saham, catatan atau dokumen atau surat-surat berharga milik perusahaan
  • melindungi (pengawalan) terhadap bahaya fisik (orang dan barang yang menjadi aset milik perusahaan atau perorangan)
  • melakukan kontrol/pengendalian, pengaturan lalu lintas (orang, kendaraan dan barang) untuk menjamin perlindungan aset perusahaan
  • melakukan upaya kepatuhan, penegakan tata tertib dan menerapkan kebijakan perusahaan, peraturan kerja dan praktik-praktik dalam rangka pencegahan tindak kejahatan
  • melapor dan menangani awal (TPTKP) terhadap pelanggaran
  • melapor dan menangani kejadian dan panggilan/permintaan bantuan Satpam, termasuk konsep, pemasangan dan pemeliharaan sistem alarm.

Perlengkapan

Banyak dari perusahaan yang menyediakan jasa security atau jasa keamanan memiliki standarnya sendiri untuk memperlengkapi para tenaga kerjanya. Selain perlengkapan berupa kemampuan pengetahuan, mental dan fisik, diperlukan juga perlengkapan kerja berupa barang nyata, agar nantinya kinerja dari satpam itu sendiri lebih efektif. Berikut beberapa standar perlengkapan yang perlu dimiliki oleh seorang satpam:

  1. buku saku lapangan dan alat tulis untuk mencatat kegiatan, orang dan barang yang patut dicurigai
  2. senter untuk perondaan malam atau patroli di wilayah yang minim pencahayaan
  3. alat komunikasi menjalin komunikasi dengan petugas keamanan lain atau meminta bantuan ketika keadaan darurat (telepon seluler atau radio FRS/GMRS atau radio trunking)
  4. alat pelindung diri ketika bekerja di kawasan tertentu (safety helm, safety shoes, jas hujan)
  5. seragam atai pakaian dinas sesuai dengan regulasi yang berlaku
  6. Alat bela diri Tongkat, borgol, dan perisai

Dan juga sesuai dengan sifat, lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya, seperti bank, objek vital, kantor bendahara, anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara.

Jenis dan kaliber senjata yang dimaksud adalah

  1. Senjata api bahu, jenis senapan penabur dengan kaliber 12 GA
  2. Senjata api genggam, jenis pistol atau jenis revolver ; kaliber 0.32 inch; kaliber 0.25 inch; kaliber 0.22 inch

Izin kepemilikan senjata api pada suatu instansi/proyek/badan usaha dibatasi pada 1/3 kekuatan satuan pengamanan yang bertugas, tidak lebih dari 15 pucuk senjata api serta maksimal 3 magazen/silinder untuk setiap pucuk senjata api.

Peralatan Keamanan yang digolongkan Senjata Api

  1. Senjata Peluru Karet
  2. Senjata Peluru Pallet
  3. Senjata Peluru Gas
  4. Semprotan Gas
  5. Kejutan listrik

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai tugas dan peranan dari seorang satuan pengamanan atau satpam. Semoga hal ini menambah wawasan kalian mengenai satpam itu sendiri, dan berguna khususnya bagi kalian yang sedang mencari jasa satpam.