Ada-ada saja ulah orang-orang tidak bertanggung jawab di era globalisasi. Setelah belum lama ini muncul video porno pada Videotron di daerah Jakarta Selatan, kali ini giliran laman website DPRD Sidoarjo yang disisipi konten pornografi. Rapuhnya keamanan pada laman website ini membuat banyak orang heran. Polisi bergerak untuk menyelediki kebocoran security ini lebih lanjut.

Dilansir dari detik.com, video porno Jepang berdurasi 49 menit muncul di website DPRD Sidoarjo pada kanal video. Meski sudah dihapus, namun Polres Sidoarjo akan melakukan penyelidikan atas masalah itu.

“Setelah kami mendapatkan informasi, kami langsung koordinasi dengan ketua DRPD Sidoarjo dan sudah menanyakan terkait video porno yang ada di website DPRD Sidoarjo,” Kata Kapolres Sidoarjo AKBP M Anwar Nasir saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (1/10/2016).

Dari penjelasan Ketua DPRD Sidoarjo, konten video porno yang berada di website DPRD Sidoarjo langsung dihapus. “Namun kami tetap akan mendalami video porno itu berasal dari mana, atau memang ada dugaan serangan dari peretas,” jelas Anwar.

Dalam penyelidikannya nanti, tambah AKBP Anwar, pihak Polres akan meminta bantuan dari Tim Subdit Cyber Creme Ditreskrimsus Polda Jatim, karena di Polres Sidoarjo belum ada tim tersebut.

AKBP Anwar Nasir menjelaskan, untuk mendalami kasus ini, pihaknya membutuhkan tenaga ahli dibidangnya. “Sampai saat ini kami hanya koordinasi dengan pihak DPRD Sidoarjo,” jelasnya.

Keamanan Dibobol Oleh Hacker?

Sebelumnya, Ketua DPRD Sidoarjo, Sulamul Hadi Nurmawan menyebut video porno yang muncul di situs resmi dewan diduga ‘disusupkan’ oleh pembajak. Pengelola situs langsung diminta menghapus konten porno tersebut.

“Kami mendapat pemberitahuan dari Dedik salah satu orang kepercayaan DPRD yang ditunjuk untuk membenahi website DPRD Sidoarjo kira-kira sekitar pukul 17.30 WIB,” ujar Sulamul saat dihubungi detikcom, Jumat (30/9/2016).

Sumber: detik.com